Ribuan Penderita HIV/AIDS di Blitar Tersebar Merata di Semua Kecamatan, yang Mati Tembus 361 Orang

Indikasinya, jumlah penderitanya bukannya berkurang, namun cenderung kian naik. Betapa tidak, dalam sebulan saja, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, rata-rata melakukan pengobatan sebanyak 15 orang.

Itu tak hanya pasien lama, namun juga baru. Jumlah segitu itu, diketahui karena penderita mau memeriksakan dirinya, padahal yang belum terdeteksi karena malu untuk memeriksakan dirinya diperkirakan tak kalah banyak.

Data di Dinkes, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Blitar cukup mengkhawatirkan orang tua. Sebab, terhitung sejak tahun 2013 lalu, jumlah penderita HIV mencapai 1.332 orang.

Dari jumlah sekian itu, yang terpantau sudah meninggal dunia sekitar 361 penderita.

"Memang, kalau melihat jumlah penderitanya cukup mengerikan karena terbilang banyak. itu kalau diambil rata-rata, jumlah segitu itu tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar (jumlah kecamatannya ada 22)," ujar Krisna, Selasa (13/11/2018).

Apa yang dilakukan dinkes terhadap warganya yang terkena HIV sebanyak itu? Menurut Krisna, selain mengobati agar bertahan hidup, juga ada perlakuan khusus yang tak kalah pentingnya.

Di antaranya, para penderitanya harus didekati, agar mau membuka diri terhadap penyakit HIV yang dideritanya itu. Sebab, hampir semua penderitanya, tak mau berterung terang, sehingga kian memburuk keadaannya.

Ya, itu bisa disadari, karena mereka pasti malu karena penyakit seperti itu sampai kini dianggap tabu. Masalahnya, orang yang terkena penyakit itu selalu dijustifikasi sebagai orang 'nakal'.

Padahal, tak demikian karena tak sedikit dari sekian penderitanya itu merupakan korban. Seperti tertular dari pasangannya yang suka bergonta-ganti pasangan seks.

Bahkan, anak kecil pun atau baru dilahirkan pun, juga rawan tertular penyakit itu akibat ibunya juga jadi korban dari penularan HIV/AIDS.

"Jadi, masyarakat pun, kini harus paham, bahwa orang yang terkena penyakit seperti itu, jangan langasung divonis orang nakal. Banyak kasus, mereka malah jadi korban. Itu yang perlu kami sadarkan, bahwa tak semua penderitanya telah berbuat salah atas prilaku seksnya. Namun, banyak istri yang jadi korban suaminya. Karena itu, kami nggak hanya mengobati, namun juga memberikan kesadaran agar mau membuka diri atas penyakitnya tersebut," ungkapnya.

Yang jadi pekerjaan besar dinkes itu, tambah dia, rata-rata para penderitanya adalah ibu-ibu di usia produktif atau usia antara 30 ke atas. Celakanya, mereka itu kebanyakan malah ibu rumah tangga. Karena itu, pihaknya berharap agar cepatnya mereka melapor, supaya dinkes bisa mendeteksi dengan cepat juga.

"Kalau namanya yang sudah tercatat di kami, mereka sudah terpantau dengan baik karena setiap bulan atau minggu, kita datangi. Namun, yang belum terpantau ini, kami yang khawatir," paparnya.

Bagaimana cara melapornya, Krisna menyarankan, itu bisa lewat bidan desa atau ke puskemas setempat. Selanjutnya, mereka akan dilaporkan ke dinkes dan dinkes akan mendatangi ke rumahnya, dan akan diperiksakan ke laboratorium.

"Bagi mereka yang sudah terkena, nggak usah khawatir, kami juga akan memberikan pengobatan, dan juga akan memberikan pembelajaran kepada orang terdekat agar tidak mengucilkan penderita. Agar tak sampai menular ke orang dekatnya maka apabila suami atau istrinya yang terkena disarankan untuk memakai pengaman. Misalnya, kalau berhubungan intim, ya harus pakai pengaman (kondom)," ujarnya. (Imam Taufiq)

Penulis: Imam Taufiq
Sumber: Tribun Jatim

No comments for "Ribuan Penderita HIV/AIDS di Blitar Tersebar Merata di Semua Kecamatan, yang Mati Tembus 361 Orang"